Air Susu Ibu
 
 
 
Web Link :

Dinkes Kobar

RSUD S. Imanudin
Pangkalan Bun

Puskesmas

Pkm Madurejo

 

Pkm Pangkut

 

Pkm Rindu

Pkm Kolam

Pkm Palingkau

Pkm Mendawai

Pkm Kumai

Pkm Karang Mulya

Pkm P. Lada

Pkm Sungai Rangit

Pkm K.B. Atas

Pkm Semanggang

Pkm Kolam

Pkm T. Bogam

Pkm Sambi

Pkm Runtu



 

 

 

 

 
 
 
 

ASI MAKANAN TERBAIK UNTUK BAYI

Praktek menyusui secara eksklusif di negara berkembang telah berhasil menyelamatkan sekitar 1,5 juta bayi per tahun. Atas dasar tersebut, WHO merekomendasikan untuk hanya memberi ASI Eksklusif sampai bayi berusia 4 - 6 bulan ( Depkes 2002). Namun, pada 2001 melalui konsultasi pakar dan telaah penelitian yang sistematik, WHO merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif sebagai standar emas makanan bayi dari 4 - 6 bulan menjadi 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun, dilanjutkan dengan penambahan makanan pendamping ASI sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih.

Sejumlah penelitian telah membuktikan manfaat ASI. Didalam ASI tersedia semua nutrisi yang dibutuhkan oleh kebanyakan bayi hingga berusia 6 bulan. ASI lebih mudah di cerna. Didalam ASI tersedia zat antibakteri dan antivirus yang melindungi bayi dari penyakit serta membantu pengembangan sistem kekebalan tubuh.

ASI eksklusif terbukti dapat meningkatkan perlindungan terhadap infeksi juga beberapa tahun setelah penghentian menyusui. ASI membuat anak lebih pandai, tidak tergantung latar belakang ekonomi. Studi kohort selama 14 tahun menunjukan semakin lama menyusui, semakin kurang gangguan mental pada anak dan remaja.

Bayi yang kurang disusui dan digantikan dengan susu formula kerap mengalami sembelit atau diare, rentan terhadap penyakit anak termasuk diabetes anak-anak, alergi,asma, eksim, gangguan pencernaan, gangguan kandung kemih dan infeksi saluran pernafasan. Mereka cenderung menjadi gemuk dan memiliki tekanan darah tinggi dikemudian hari. Resiko tidak memberikan ASI juga dapat menurunkan kecerdasan kognitif.

Bukan saja untuk bayi, memberikan ASI juga bermanfaat bagi ibu. Dengan menyusui akan membantu mendapatkan kembali bentuk tubuhnya dan jangka panjang mengurangi resiko terkena kanker ovarium, kanker payudara, kanker endometrial, stress dan kegelisahan, serta berbagai penyakit lainnya.

Hasil studi kohort selama 15 tahun di Australia yang dipublikasi Strathearn dan kawan-kawan tahun 2009 menunjukkan tindakan kekerasan ibu pada anaknya termasuk menelantarkan, kekerasan fisik, dan kekerasan emosional berkurang sesuai dengan meningkatnya lama menyusui. Selain itu, menyusui juga mengurangi 4,8 kali tindak kekerasan ibu terhadap anaknya terutama tindakan menelantarkan anak.

Pemberian ASI juga terbukti dapat menghemat pengeluaran rumah tangga dan negara. Pakar ASI Dr. Utami menghitung bila ibu-ibu di Indonesia mau memberikan ASI eksklusif, maka setiap tahunnya dapat menghemat Rp. 18 triliun lebih. Ini bisa dihitung bila harga 1 kaleng susu formula Rp. 65.000 dan bayi yang lahir di Indonesia 5 juta pertahun, maka biaya 6 bulan susu formula untuk bayi-bayi tersebut adalah Rp. 18,012 triliun.

Bayangkan Indonesia akan menyumbangkan Rp. 18 triliun pertahun kalau saja ibu-ibu mua memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

Di dunia capaian ASI eksklusif sangat bervariasi dan tidak berbanding lurus dengan kemajuan suatu negara. Jepang adalah contoh negara maju dengan angka ASI eksklusif rendah dibandingkan negara maju lainnya yaitu hanya 44,8% pada kelompok bayi berumur 1-2 bulan, jauh dibawah Swedia yaitu 80,2% pada bayi berumur 2 bulan (Helda 2009)

Kementrian Kesehatan menargetkan cakupan ASI eksklusif 0-6 bulan pada tahun 2014 sebesar 80%. Namun SDKI tahun 2007 mencatat bayi yang diberi ASI eksklusif baru mencapai 32,8%, lebih rendah dibanding tahun2002-2003 yaitu 39,5%. Padahal 95% ibu-ibu di Indonesia pernah menyusui bayinya. Adapun penyebabnya amat beragam, seperti karena ibu atau bayi yang sakit, ibu bekerja, ASI sedikit dan lainnya.

Syukurlah Peraturan Pemerintah No 33 tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif telah disahkan pada Maret 2012. Disini diatur poin-poin seperti tanggung jawab pemerintah tingkat pusat dan daerah dalam pemberian ASI eksklusif, penggunaan susu formula bayi dan produk bayi, serta pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja dan di sarana-saran umum.

Kita berharap, dengan keluarnya PP No 33 tahun 2012 pemberian ASI ini dapat meningkat. Dengan demikian hak bayi dan ibunya lebih terjamin.

Kembali