Selamat Datang di Website Puskesmas Arsel
 
 
 
Web Link :

Dinkes Kobar

RSUD S. Imanudin
Pangkalan Bun

Puskesmas

Pkm Madurejo

 

Pkm Pangkut

 

Pkm Rindu

Pkm Kolam

Pkm Palingkau

Pkm Mendawai

Pkm Kumai

Pkm Karang Mulya

Pkm P. Lada

Pkm Sungai Rangit

Pkm K.B. Atas

Pkm Semanggang

Pkm Kolam

Pkm T. Bogam

Pkm Sambi

Pkm Runtu

 

 

 

 

 
 
 
 

HIV Mengintai Ibu rumah Tangga

HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) dan AIDS ( Acquired Immunodeficincy Syndrome ) mengancam siapa saja. Fakta dilapangan memperlihatkan terjadi pergeseran pola penularan HIV dari kelompok berisiko tinggi ke kelompok masyarakat umum antara lain ibu rumah tangga. Bisa dibayangkan jika ibu rumah tangga itu masih usia produktif dan kemudian hamil, besar kemungkinan sang bayi tertular virus yang menggerogoti kekebalan tubuh ini..

Penularan HIV dari ibu ke anak bisa terjadi bila salah satu orang tuanya melakukan prilaku beresiko, baik perilaku seksual maupun sebagai pengguna narkoba suntik. Dalam banyak kasus, penularan itu terjadi dari suami ke ibu, baru kemudian dari ibu ke anak.

Upaya-upaya yang dilakukan kemenkes untuk mengendalikan HIV/AIDS adalah : Program -program promosi, pencegahan, pengobatan dan perawatan untuk mengendalikan HIV/AIDS.

Upaya promosi dilalukan untuk meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS secara komprehensif, dimana sasaran nya bukan hanya kelompok resiko tinggi, tapi juga kalangan remaja usia 15-24 tahun melalui kampanye Aku Bangga, Aku Tahu.

Sementara upaya pencegahan sasarannya adalah : kelompok penduduk resiko tinggi seperti : pekerja sex, pengguna narkoba suntik, waria dan gay. Upaya pencegahan meliputi : perluasan cakupan deteksi dini melalui konseling dan tes HIV sukarela,intervensi perubahan prilaku dan pencegahan positif dengan tujuan menekan penularan HIV dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS. Mencegah infeksi baru , khususnya pada anak dan bayi melalui program Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA). Program ini mencakup 4 pilar yaitu: pertama: pencegahan penularan HIV pada perempuan usia produktif (15 -49 tahun), kedua : pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada perempuan dengan HIV, ketiga: pencegahan penularan HIV dari ibu hamil dengan HIV kepada bayi yang dikandungnya, dan keempat: memberikan dukungan psikologis sosial dan perawatan kepada ibu dengan HIV.

Upaya pengobatan yaitu dengan menjamin ketersediaan obat ARV dan diberikan secara gratis kepada seluruh ODHA termasuk ibu hamil dan anak, khusus untuk ibu hamil ARV diberikan tanpa melihat angka CD4 kurang dari 350. Upaya pendeteksian dini juga diperluas antara lain dengan pengintegrasian pemeriksaan kanker leher rahi dengan pemeriksaan infeksi menular seksual dan menawarkan pemeriksaan HIV kepada setiap ibu hamil didaerah-daerah yang rawan HIV.Upaya untuk mendekatkan layanan HIV-AIDS dan IMS kepada masyarakat yang membutuhkan , melalui konsep layanan komprehensif berkesinambungan (LKB) dipelayanan kesehatan yang menerapkan Pelayanan HIV/ADIS dan IMS terintegrasi.

Dengan tema hari AIDS sedunia "Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS" maka kunci pencegahan penularan HIV dan AIDS yang peduli perempuan adalah pencegahan penularan HIV/AIDS yang mengikutsertakan segala upaya untuk turut menanggulangi ketidaksetaraan gender.Oleh karena itu, program-program penanggulangan AIDS dimasa mendatang juga membutuhkan perhatian khusus terhadap persoalan stigma dan diskriminasi, termasuk upaya-upaya untuk memperkuat hak-hak reproduksi dan posisi tawar perempuan. Dan meningkatkan partisipasi laki-laki/suami dalam pemenuhan hak kesehatan reproduksi perempuan.

Sumber : Femina no 50 22-28 des 2012

Kembali