Selamat Datang di Website Puskesmas Arsel
 
 
 


 

 

 

 

 
 
 
 

PROGRAM PENGEMBANGAN
KESEHATAN HAJI

BERHAJI SEHAT

  • Imunisasi Meningitis Meningokokus diberikan karena ada ancaman penularan  meningitis, jenis vaksin yang dipakai adalah Meningitis Meningokokus tertravalen ACW135 Y.  Diberikan   pada   setiap   jemaah   haji  ,  selambat  -  lambatnya   10   hari   sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Dan akan memberikan kekebalan selama 2 tahun.
  • Pembinaan Kesehatan dimulai sejak  didaerah  asal,  diperjalanan,  diasrama  embarkasi  / debarkasi haji, selama di Arab Saudi dan setelah kembali ke Indonesia.
  • Dianjurkan vaksinasi influenza bagi calon/jemaah haji yang  berusia  65 tahun  atau  lebih ,  dan bagi  yang  berpenyakit  kronis  misalnya  penderita  penyakit  paru ,  asma ,  penyakit   jantung ,  tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit ginjal kronis dan  lain-lain   serta bagi  penderita gangguan sistem kekebalan tubuh. “ Wanita saat berikram haram hukumnya menggunakan masker”.
  • Latihan Kesegaran Jasmani : Setidaknya 3 kali seminggu minimal ½ jam berjalan kaki
  • Makanan Sehat : Makan makanan yang beraneka ragam  dari  golongan  karbohidrat ,  lauk pauk,  sayuran,  buah-buahan ,  sari  buah  dan  susu ,  serta  batasi  makanan  yang  banyak mengandung gula dan garam. Minum minimal 3 liter sehari.  Perbanyak makan sayuran yang berwarna hijau, buah-buahan yang  berwarna  dan  banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, apel.
  • Bagi jemaah wanita usia subur perlu diusahakan agar haidnya tidak bertepatan dengan waktu Tawaf Umrah, Tawaf Ifdhah, Tawaf Wada dan waktu shalat/Ziarah didalam Masjid Nabawi.
  • Ibadah  Haji  akan  tercapai  maksud  tujuannya  secara  optimal  (menjadi haji mabrur)   jika  setiap jemaah haji membekali kesehatan fisik dan jiwanya secara optimal.
  • Bagaimana caranya agar stres dari rangkaian ibadah haji berdampak positif ?
        KUNCINYA : Meluruskan NIAT bahwa ibadah haji  hanya  semata-mata untuk Allah SWT dalam rangka mendapat ridho dan  berkahNYA ,  Dikiuti  dengan  TAWAKKAL ( berserah diri ) hanya kepada Allah SWT melalui cara berpikir yang  positif  dan optimis  ( bersangka  baik/husnudzon ) dalam menghadapi segala hal yang dialami dari seluruh rangkaian ibadah haji.
        Selanjutnya  harus  senantiasa  IKHTIAR yang  optimal  disertai  SABAR. INSYA ALLAH, sikap tersebut akan  menimbulkan dampak  positif   bagi  jemaah  haji  yaitu  menjadi  HAJI MABRUR sehingga makin memantapkan dan mematangkan kepribadiannya. Kemantapan dan  kematangan  kepribadian  jemaah  haji  tercermin  dari  semakin  jelasnya setiap jemaah untuk mengerti dan memahami tentang dirinya, tugas dan  fungsinya  sebagai hamba Allah SWT.
  • Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW Bahwa Intisari Ibadah Haji  adalah  Wukuf   di Arafah yang merupakan rukun pokok dari ibadah haji. ARAFAH  yang  secara  harfiah  berarti  MENGENAL. Melalui wukuf di Arafah setiap  jemaah  haji  diharapkan  dapat   semakin   mengenal   dan   memahami   tentang   diri   dan Allah SWT. Hal ini diperkuat  dengan sabda  Nabi  Muhammad  SAW :   “  Barang  siapa yang arif mengenal dan memahami dirinya, maka dia akan arif terhadap Yang  Maha Pencipta, Maha Penguasa, Maha Pemelihara dan Maha Pendidik “. 

 Pangkalan Bun,    Mei 2012.
.
P2M Puskesmas Arut Selatan.

Sumber : BUKU PANDUAN BERHAJI SEHAT EDISI 3 TAHUN 2009

 

  • Jumlah jemaah haji pada tahun 2012  
  • Diperiksa oleh Puskesmas Arut Selatan : 114 orang
  • Dirujuk ke RS 21 orang, kembali dan ada hasilnya :  17  orang  
  • Resiko Tinggi (RT) : R54 24, I10 23, E11 4, E66 3, Z11 1, M15 3, J30 1, K30 4, G442.2 1, H10 1, J45 1. (45 orang / 67 kasus).    

Tim Pemeriksa Kesehatan Jemaah Haji Tahap I tahun 2012

PUSKESMAS ARUT SELATAN 

Kembali