Program PKPR di Puskesmas Arsel
 

 

 

 

 

 
 
 
 
 
 

Kegiatan Pelatihan Pembentukan Fasilitator PKPR dan Peningkatan Kapasitas Nakes di Puskesmas PKPR termasuk Kabupaten Wilayah Cluster 4 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2012


Pada tanggal  26Agustus 2012 s/d 01 September 2012 di Hotel Batu Suli Lama kota Palangkaraya, diadakan pelatihan fasilitator serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas PKPR. Kegiatan ini dihadiri oleh utusan dari puskesmas dari 6 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Puas dan Kota Palangkaraya. Dari Kabupaten Kotawaringin Barat diwakili oleh Puskesmas Arut Selatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Puskesmas Arut Selatan diwakili oleh pemegang program PKPR  yaitu Suharti dan seorang tenaga dokter yaitu dr. Bernard F.R. Gea.
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dinilai penting untuk dilakukan mengingat beberapa hal diantaranya : 1) Jumlah populasi Remaja yang cukup besar yaitu 18,3% dari total penduduk (> 43 juta). 2) Hasil Riskesdas 2007 menunjukankan bahwa angka anemi pada anak usia <14 tahun 9,8%, sementara pada anak usia >15 tahun, pada perempuan 19,7% dan pada laki-laki 13,1%.  3) SKRRI 2010, umur pertama kali merokok 15-19 tahun (43,3%) meningkat dibandingkan survei tahun 2007 (33,1%), demikian juga prevalensi hubungan seks pranikah.  4)Berdasarkan laporan Ditjen P2PL, Kemenkes RI. ,  persentase kumulatif kasus AIDS terbesar adalah pada kelompok umur 20-29 sebesar (47,8%).  5)Sedangkan menurut Susenas (2007) kejadian risiko tinggi maternal dan perinatal yang langsung disumbangkan remaja merupakan yang tertinggi dibandingkan kelompok umur lainnya yaitu Infant Mortality Rate sebesar 56/1.000 KH dan kematian perinatal sebesar 50/1.000 KH terjadi pada Ibu yang melahirkan di bawah umur 20 tahun. 6)Secara global pun didapatkan data 40% dari total kasus HIV terjadi pada kaum muda yang berusia 15-24 tahun atau diperkirakan lebih dari 7.000 remaja terinfeksi HIV setiap harinya. 7)Diseluruh dunia pada tahun 1997 diperkirakan 15 juta jiwa lebih remaja putri berusia 15-19 tahun yang melahirkan, 4 juta diantaranya melakukan unsafe abortion dan hampir 100 juta orang remaja yang terkena IMS. 8Sedangkan di Indonesia sendiri, ditemukan prediksi sekitar 700.000 kasus aborsi pada tahun 2003 dan 50% termasuk unsafe abortion. Pada remaja Indonesia juga diestimasikan meningkat setiap tahunnya sebesar 150.000-200.000, 10% remaja usia 15-19 tahun sudah menikah dan memiliki anak. Salah satu penyebab berbagai permasalahan diatas terjadi akibat pengetahuan remaja mengenai PHBS dan kesehatan reproduksi remaja masih kurang dan tidak tepat .
Mengingat hal – hal tersebut di atas, maka sudah sewajarnya dilakukan kegiatan pelatihan fasilatator dan peningkatan kapasitas nakes di Puskesmas PKPR. Di dalam kegiatan yang dilaksanakan lebih kurang satu minggu ini, banyak hal yang didapat diantaranya : mengenai kesehatan reproduksi remaja, penyalahgunaan NAPZA, infeksi menular seksual, HIV AIDS, Konsep gender, bagaimana manajemen PKPR di Puskesmas, bagaimana caranya membangun jejaring dan bagaimana teknik konseling remaja yang baik dan benar.

Pelatihan ini sendiri berjalan relatif baik dan lancar. Kendati 2 hari pertama, kegiatan berjalan sampai pukul setengah sebelas malam. Namun pelatihan ini tidak membosankan karena para peserta ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan. Sehingga tidak terkesan monoton.
Puskesmas Arut Selatan sendiri, sebelumnya memang telah melakukan kegiatan PKPR sejak tahun 2009. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendataan siswa SMP dan SMA setiap tahun, penyuluhan ke SMPN 1 dan SMAN 1 Pangkalan Bun, job training peer counselor (konselor sebaya) dan pada bulan Oktober 2010 mengikuti pertemuan konselor sebaya dan pemegang program PKPR se Indonesia di Jawa Barat.
Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan agar Puskesmas Arut Selatan dapat memantapkan dan meningkatkan lagi kegiatan PKPR di wilayah kerjanya. Agar kelak tercipta generasi – generasi muda yang tangguh serta berkualitas. Terhindar dari dampak buruk perkembangan zaman.

Mari bersama – sama kita membekali dan mengawal generasi muda kita dalam menghadapi segala pengaruh negatif di usia remaja melalui kegiatan PKPR komprehensif, terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak . Demi kemajuan dan masa depan bangsa dan negara kita.

Kembali