Selamat Datang di Website Puskesmas Arsel
 
 
 

 

 

 

 

 

 
 
 
 

Tuntutan sekolah, ujian, bekerja,target dan stres di jalan membuat manusia dewasa semakin sedikit tertawa. Padahal, tawa tidak hanya membuat hati senang, tetapi juga bisa membuat kita lebih sehat. Dibalik tertawa yang sederhana, tersimpan banyak sekali rahasia yang bermanfaat di dalamnya.

Berbagai manfaat tertawa, dikutip dari Dr. Stanley.com, antara lain:

  • Anak-anak tertawa jauh lebih banyak daripada orang dewasa. Waktu masih kecil kita bisa tertawa 400 kali dalam sehari. Tapi, sejak masuk dunia sekolah, kemudian bekerja, dan melakukan hal-hal 'dewasa' lainnya, kita hany tertawa paling banyak 15 kali sehari.
  • Perempuan bisa tertawa 126 persen lebih banyak daripada laki-laki.
  • Sama seperti penyakit atau kantuk, dalam dunia tertawa juga dikenal istilah contagius laughter atau tawa yang bisa menular. Kalau kita sedang menonton acara komedi, kita bisa ikutan tertawa ketika mendengar penonton di televisi tertawa. Hal ini disebabkan tawa adalah suatu bahasa yang universal, ekspresi emosi yang sulit untuk dipalsukan atau ditutup-tutupi.
  • Tertawa sekitar 100 kali memiliki manfaat yang sama dengan 15 menit bersepeda. Tertawa dengan kuat bisa meningkatkan denyut jantung, memperdalam tingkat pernafasan, dan mengencangkan otot-otot diperut, wajah dan diafragma
  • Selain bisa membuat suasana hati menjadi lebih bahagia, tertawa bisa mengurangi stres, membantu melawan infeksi dan mengurangi rasa sakit.
  • Dua hormon penyebab stres, kortisol dan epinefrin yang menekan sistem kekebalan tubuh, benar-benar akan turun setelah kita meluangkan waktu untuk tertawa selama beberapa waktu.
  • Tertawa menyebabkan perubahan positif dalam kimia otak dengan melepaskan endorfin, dan membawa oksigen lebih banyak ke dalam tubuh dengan penarikan yang lebih dalam
  • Para peneliti menemukan setelah menonton video komedi slapstick selama satu jam, 'sel pembunuh alami' yang bertugas mencari dan menghancurkan sel-sel ganas, seperti sel tumor lebih aktif menyerang dalam tabung uji. Efek satu jam tertawa dapat membuat sel penghancur ini bekerja selama 12 jam.
  • Tahun 1998, film "Patch Adams" menceritakan kisah nyata kehidupan dokter yang melakukan eksperimen bermain dan mengundang badut, ternyata penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien untuk suasana rumah sakit yang suram.
  • Tingginya tingkat antibodi (immunoglobulin A saliva) yang melawan infeksi organisme memasuki saluran pernafasan, ternyata ditemukan di air liur orang yang menonton video lucu atau dalam suasana hati yang menyenangkan.